Selasa, 25 Agustus 2015

Salah Jurusan? Menyerah atau Lanjut?

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabaraakatuh

Hallo, perkenalkan saya nama saya Harrizky Dwi Nugroho, biasa dipanggil Harriz, Aris, Rizky, Kiki, ada juga yang manggil Dwi, ya sepenake bae lah. Saya asli Brebes. Oh ya, ini kali pertama saya bermain blog, jadi masih agak aneh keliatannya. Haha, abaikan.

Pada kesempatan ini saya ingin sharing sedikit aja sih, masalah yang saya rasa sering sekali dialami para adik-adik (saya juga sih hehe) yang baru masuk atau bahkan sudah hampir lulus kuliah. Ya,tepat sekali, jawabannya adalah salah jurusan. Banyak sekali faktor yang mempengaruhi seseorang salah dalam mengambil jurusan kuliah. Ada karena tuntutan orang tua, yang penting kuliah, wis kadung ketrima dll. Kalau saya pribadi adalah karena tuntutan dari orang tua, padahal saya sudah memilih jurusan yang saya inginkan, pada waktu itu saya ingin masuk ke jurusan Sastra Inggris, karena saya memang sangat tertarik pada sastra dan ingin sekali mengembangkan kemampuan bahasa Inggris saya. Tapi orang tua menghendaki saya untuk masuk ke jurusan Teknik Sipil, alasannya kalau masuk Sastra Inggris mau jadi apa? Nyari kerjanya susah, bla bla bla. Padahal dari SD, nilai itung-itungan saya selalu jelek. Tapi yah, akhirnya saya lulus juga walau dengan setengah hati.

Saya baru dua kali bekerja (di Bekasi dan di Pandeglang), tapi pada dua kesempatan tersebut, saya belum juga bisa menyatu dengan "dunia" yang sama sekali tidak saya inginkan. Dan yang saya alami, itu sangat berat. Pada saat saya bekerja di Pandeglang, saya bertemu dengan orang PU (sebenarnya sudah pensiun, tapi kembali diperbantukan) bernama pak John, beliau orang asli Padang, beliau seorang sarjana S3 lulusan luar negeri, dan (maaf) beliau atheis. Kami bertemu di batching plan, karena saat itu saya dan atasan saya akan melakukan trail mix beton. Pada saat santai, kami berbincang-bincang masalah ini itu, dan saya juga menyampaikan keluh kesah saya, bahwa saya ini dulu salah masuk kuliah, dipaksa orang tua, dll. Saya meminta pendapat dan wejangan dari  pak John. Pak John berkata "Tuhan itu tidak memberi kita rejeki, tapi memberi kita alat untuk mencari rejeki." Pada saat itu saya berfikir, bukannya rejeki setiap orang itu sudah ditetapkan ya? Saya pun sempat tidak percaya pada ucapan pak John, tapi saya berfikir, jika saya melihat dari sudut pandang negatif, semua hal juga akan menjadi negatif, tapi jika berbaik sangka, hal paling buruk sekalipun akan ada hikmahnya. Lalu perbincangan berlanjut lagi. Saya berkata "Tapi kan saya sudah bilang ke orang tua saya, saya tidak mau masuk ke Sipil, saya buruk di itung-itungan, tapi saya tetap dipaksa, ya jadinya kaya gini." Pak John menjawab dengan nada yang agak tinggi "Anda jangan menyalahkan orang tua, salahkan diri Anda sendiri, kenapa sampai umur 18 (umur dimana saya lulus SMA) belum bisa menentukan ingin jadi apa!" Saya pun berfikir, ada benarnya juga apa yang dikatakan pak John, kalau saya pada saat itu sudah punya pandangan dan arah hidup, bagaimana pun orang tua memaksa untuk masuk Sipil, saya akan tetap memilih jurusan yang saya inginkan. Dan diakhir perbincangan, pak John hanya berpesan, jalani saja yang sudah saya pilih (walaupun bukan pilihan saya), sabar dan tetap berusaha.

Ya, dari obrolan singkat tersebut, saya banyak mendapat pencerahan, dan saya merasa ada semangat baru dalam diri saya. Pesan saya untuk adik-adik yang baru masuk SMA, mulai sekarang, pikirkan kemana minat kalian, jangan sampai saat lulus nanti kalian belum punya pandangan dan akhirnya salah pilih jurusan. Salah jurusan itu tidak main-main lho, karena sebagian besar hidup kamu akan kamu habiskan dengannya. Untuk yang memang sudah terjelembab, salah jurusan bukan akhir dari segalanya kok. Kalau semangatmu sedang turun, frustasi, seperti ingin menyerah, ingat ini:

وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ 

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)

Oke, semangat berjuang sobat, semoga bermanfaat, salam #fight. ;)
Akhir kata, Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabaraakatuh.

2 komentar:

  1. ditunggu cerita selanjutnya , keep spirit :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oke, terima kasih sudah mau meluangkan waktu untuk membaca tulisan saya, mohon kritik dan sarannya.. :)

      Hapus